Tanggal 21 Agustus 2014, sore hari Saya dapat telpon dari Uda Muttir Simarmata (A.Berlon) yang tinggal di Lubuksikaping, Sumatra Barat ,memberitahukan bahwa Ompu Berlin boru Sinaga, telah dipanggil Tuhan kembali keharibaannya. Beliau berusia 80 tahun. Terbayang masa lalu beliau dan Saya. Seingatku, aku kehilangan Ompu Berlin boru Sihaloho, ibu dari bapakku, pada saat aku duduk di kelas tiga SD, saat itu disebut SR. Beliau kembali ke Penciptanya setelah melalui proses sakit yang cukup lama. Sepeninggal dari Ompu Berlin boru Sihaloho, Ompu Berlin Simarmata menikah lagi, dengan Ompu Berlin boru Sinaga. Ompu Berlin boru Sihaloho punya anak sepuluh orang, lima laki lima perempuan, dan bapakku adalah anak laki yang tertua, sedang Ompu Berlin boru Sinaga,punya dua anak laki dan tiga anak perempuan, uda A. Berlon adalah yg tertua dari mereka berlima. Pada tahun 1959-1962, ada pemberontakan PRRI, karena sulitnya kehidupan di Samosir, ortuku pindah ke Tebingtinggi, namun karena aku sudah menjadi murid SMP di Pangururan, maka aku tinggal sendiri,guna menyelesaikan sekolahku dulu. Setiap hari Sabtu, aku balik ke Simarmata dari Pangururan, dan Minggu balik lagi ke Pangururan, begitu selama tiga tahun itu. Sabtu malam aku makan bersama Ompu Berlin Simarmata dan boru Sinaga, lalu besoknya aku makan di rumah Namboruku, adik bapakku, kupanggil Nai Arsen Manik boru Simarmata, lalu balik ke Pangururan.Itulah pengalaman yang paling berkesan dengan Ompungku Ompu boru Sinaga, sungguh baik,aku punya dua Ompung Boru yang memakai namaku menjadi nama mereka.Tentu saja suami mereka Ompu Berlin Doli yang duluan pakai namaku. Begitulah ceritra yg terlintas dalam pikiranku, selama aku masih dinas di PLN, aku memang pernah dua kali mengunjunginya di Lubuksikaping, namun tidak lama, hanya beberapa jam saja.
Tanggal 22 Agustus 2014, aku berangkat ke Sumut,melalui Bandara Soetta, langsung ke Kualanamu, lalu anakku Ingot yg bertugas di Medan-Lubuk Pakam telah datang menjemputku, namun kami sebentar makan siang, lalu berangkat ke Siantar, dari Siantar aku setir sendiri mobilnya, karena supir ada tugas lain. Di Parapat aku ditungguin anakku Lian, lalu kami sama ke Ajibata, seterusnya ke kapal Fery, lalu nginap di Silintong Hotel milik mertua. Besoknya tanggal 23 Agustus 2014, aku bersama anakku berangkat ke Simarmata, Lumbanbolak, semua sudah siap untuk memulai acara. Sebentar tukar pikiran, lalu acara mulai, dan kamipun turun kehalaman, lalu acara berlanjut sampai sore hari, Pesta Paborhathon Ompu Berlin boru Sinaga. Malamnya dilanjutkan dengan acara Mambuka Hombung, semua berjalan dengan baik Lalu diakhiri dengan masing-masing anggota Keluarga menyampaikan Tumpak, semacam Sumbangan kepada Uda A.Berlon Simarmata, dan pembagian Ulos. Kira-kira pkl 01. Malam hari,aku bersama anakku Parulian, kembali ke Tuktuk, Silintong Hotel, satu jam kami sampai, langsung aku istirahat total. Demikianlah acara Pemakaman Ompu Berlin boru Sinaga berlangsung dengan baik.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar