Pada tanggal 28 Agustus 2014, tepat pada HUT ku yg ke-67, saya bersama anakku Parulian Simarmata, kami bedua berangkat menuju Desa Sihusapi, naik dari jalan raya Samosir, secara perlahan mobil yang kami kendarai, melalui perkampungan satu persatu,yang jaraknya satu sama lain, cukup jauh. Jalan itu relatif baik, karena sudah ada batu-batu kecil, sehingga jalan tidak lagi licin dan becek kalau hujan turun. Sepanjang jalan kulihat ada jaringan listrik 20 kv, satu karya monumental, saat saya menjadi Deputy Pemimpin PLN Wilayah Sumatra Utara, hal ini kurencanakan dan perjuangkan pembangunannya. Kemudian kami memasuki area perkampungan Ompu Simataraja, kami bangga bisa sampai, namun tiba-tiba ada kendala. Ada anak-anak SMP yg kami temui di jalanan, kami tanya, sebaiknya lewat jalan mana, kalau mau menuju Jabu Parsaktian ni Ompu Simataraja itu, lalu kami dimintanya kami ngikuti jalan yg baru dibangun, namun apa daya, jalan itu longsor, mungkin karena hujan lebat,kalau kami teruskan, maka mobil kami bisa masuk jurang. Celakanya,kalau kami mundur sudah amat sulit, karena jalan sudah mulai licin,dan gejala hujan akan turun pula. Dalam kondisi yg demikian itu, Saya berdoa kepada Tuhanku yang selalu menolongku, tak lama setelah itu kami kedatangan empat orang warga desa,yg mendengar mobil kami meraung-raung, karena kesulitan mundur, mereka membantu kami, memberi saran ini dan itu,maka kamipun bisa keluar dari jalan yg longsor itu. Puji Tuhan, terbayang kalau kami nggak lolos, bisa bermalam dilembah itu, Tuhan Maha Besar. Akhirnya kami hanya dapat melihat Jabu Parsaktian Ompu Simataraja dari jarak 300 meter, kamipun segera kembali ke jalan raya, karena hujan sudah mulai turun. Terima kasih Tuhan, kalau Tuhan berkenaan lain waktu masih ada kesempatan untuk melihat Perkampungan Ompu Simataraja itu lagi. Amin.
Kamis, 18 September 2014
Mengunjungi Perkampungan Ompu Simataraja Simarmata.
Sudah lama ada keinginan untuk melihat dari dekat Perkampungan, Parhutaan Ompu Simataraja Simarmata di Desa Sihusapi, di area Aek Sigornang. Aek Sigornang konon adalah Mual, atau Aek dari Putri Ompu Simataraja. Sewaktu saya tinggal di Simarmata, Samosir, sampai SMP kelas 3 di Pangururan, tidak pernah teringat mau mengunjungi daerah ini, memang rasanya pernah juga satu kali melihat perkampungan di atas, atau lebih sering disebut Dolok ni Simarmata atau sekarang ini disebut desa Sihusapi, tapi hampir tidak ada kesan apa-apa,karena usia mungkin masih belia, namun saat lulus SMP, malah kami yg satu kelas pergi mendaki Puncak Gunung Pusuk Buhit, yang medannya jauh lebih sulit, dari pada Desa Sihusapi.
Pada tanggal 28 Agustus 2014, tepat pada HUT ku yg ke-67, saya bersama anakku Parulian Simarmata, kami bedua berangkat menuju Desa Sihusapi, naik dari jalan raya Samosir, secara perlahan mobil yang kami kendarai, melalui perkampungan satu persatu,yang jaraknya satu sama lain, cukup jauh. Jalan itu relatif baik, karena sudah ada batu-batu kecil, sehingga jalan tidak lagi licin dan becek kalau hujan turun. Sepanjang jalan kulihat ada jaringan listrik 20 kv, satu karya monumental, saat saya menjadi Deputy Pemimpin PLN Wilayah Sumatra Utara, hal ini kurencanakan dan perjuangkan pembangunannya. Kemudian kami memasuki area perkampungan Ompu Simataraja, kami bangga bisa sampai, namun tiba-tiba ada kendala. Ada anak-anak SMP yg kami temui di jalanan, kami tanya, sebaiknya lewat jalan mana, kalau mau menuju Jabu Parsaktian ni Ompu Simataraja itu, lalu kami dimintanya kami ngikuti jalan yg baru dibangun, namun apa daya, jalan itu longsor, mungkin karena hujan lebat,kalau kami teruskan, maka mobil kami bisa masuk jurang. Celakanya,kalau kami mundur sudah amat sulit, karena jalan sudah mulai licin,dan gejala hujan akan turun pula. Dalam kondisi yg demikian itu, Saya berdoa kepada Tuhanku yang selalu menolongku, tak lama setelah itu kami kedatangan empat orang warga desa,yg mendengar mobil kami meraung-raung, karena kesulitan mundur, mereka membantu kami, memberi saran ini dan itu,maka kamipun bisa keluar dari jalan yg longsor itu. Puji Tuhan, terbayang kalau kami nggak lolos, bisa bermalam dilembah itu, Tuhan Maha Besar. Akhirnya kami hanya dapat melihat Jabu Parsaktian Ompu Simataraja dari jarak 300 meter, kamipun segera kembali ke jalan raya, karena hujan sudah mulai turun. Terima kasih Tuhan, kalau Tuhan berkenaan lain waktu masih ada kesempatan untuk melihat Perkampungan Ompu Simataraja itu lagi. Amin.
Pada tanggal 28 Agustus 2014, tepat pada HUT ku yg ke-67, saya bersama anakku Parulian Simarmata, kami bedua berangkat menuju Desa Sihusapi, naik dari jalan raya Samosir, secara perlahan mobil yang kami kendarai, melalui perkampungan satu persatu,yang jaraknya satu sama lain, cukup jauh. Jalan itu relatif baik, karena sudah ada batu-batu kecil, sehingga jalan tidak lagi licin dan becek kalau hujan turun. Sepanjang jalan kulihat ada jaringan listrik 20 kv, satu karya monumental, saat saya menjadi Deputy Pemimpin PLN Wilayah Sumatra Utara, hal ini kurencanakan dan perjuangkan pembangunannya. Kemudian kami memasuki area perkampungan Ompu Simataraja, kami bangga bisa sampai, namun tiba-tiba ada kendala. Ada anak-anak SMP yg kami temui di jalanan, kami tanya, sebaiknya lewat jalan mana, kalau mau menuju Jabu Parsaktian ni Ompu Simataraja itu, lalu kami dimintanya kami ngikuti jalan yg baru dibangun, namun apa daya, jalan itu longsor, mungkin karena hujan lebat,kalau kami teruskan, maka mobil kami bisa masuk jurang. Celakanya,kalau kami mundur sudah amat sulit, karena jalan sudah mulai licin,dan gejala hujan akan turun pula. Dalam kondisi yg demikian itu, Saya berdoa kepada Tuhanku yang selalu menolongku, tak lama setelah itu kami kedatangan empat orang warga desa,yg mendengar mobil kami meraung-raung, karena kesulitan mundur, mereka membantu kami, memberi saran ini dan itu,maka kamipun bisa keluar dari jalan yg longsor itu. Puji Tuhan, terbayang kalau kami nggak lolos, bisa bermalam dilembah itu, Tuhan Maha Besar. Akhirnya kami hanya dapat melihat Jabu Parsaktian Ompu Simataraja dari jarak 300 meter, kamipun segera kembali ke jalan raya, karena hujan sudah mulai turun. Terima kasih Tuhan, kalau Tuhan berkenaan lain waktu masih ada kesempatan untuk melihat Perkampungan Ompu Simataraja itu lagi. Amin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar