Minggu, 28 Februari 2016

Maria Oktofany Ludvika Simarmata Martumpol !


Tanggal 22 Agustus 2015, tepat hari Sabtu, borukku Maria Oktofany Ludvika Simarmata Martumpol dengan pemuda pilihannya Tonggo Manaek Parulian Butarbutar di Gereja HKBP Kebayoran Selatan, dalam satu kebaktian yg dipimpin oleh Pdt Tiodor E Silitonga STh.  Martumpol bagi Gereja HKBP, dimaksudkan sebagai Persiapan untuk Pemberkatan lebih lanjut, yang biasanya dilakukan dengan selang waktu dua minggu setelah Partumpolon. Kebiasaan ini mungkin hanya ada di Gereja Batak ( HKBP ), karena dalam perkerabatan orang Batak,ada yang dijodohkan oleh orang tua masing-masing, bisa sejak masih kecil, bisa juga setelah dewasa, maksudnya diatas umur 17 tahun. Seorang anak laki bisa saja dijodohkan oleh orang tuanya dengan boru Tulangnya, Tulang maksudnya adalah saudara Ibu. Seorang anak perempuan bisa saja dijodohkan oleh orang tuanya dengan anak Namborunya. Namboru maksudnya adalah saudara bapak si perempuan. Atau Martumpol juga dimaksudkan , siiapa tau ada kedua pengantin, laki atau perempuan terlanjur menerima perjanjian dengan temannya, namun ybs dipaksa oleh orang tua untuk menikah dengan pilihan orang tua. Diberi kesempatan selama dua minggu untuk menyelesaikan masalah, secara baik-baik. Kalau semuanya sudah beres, maka Pemberkatan bisa dilakukan. Untuk acara boruku ini, semuanya dilalui dengan baik, tak ada masalah seperti yg dikemukakan diatas. Pemberkatan dilakukan pada tanggal 5 September 2015 di Gereja yg sama. Selesai acara kebaktian Partumpolon, dilanjutkan dengan acara Martonggo Raja, melakukan pengecekan ulang persiapan Pesta Adat,yang dilakukan pada tanggal  5 September 2015, di Gedung Manggala Wana Bakti, Senayan, Jakarta Pusat.

Jumat, 03 Juli 2015

Parhusipon ni borungku, Maria Oktofany Ludvika Simarmata.

Putriku yang semata wayang ini, lama juga baru mendapatkan kawan yang sepadan. Pernah dia berteman dengan seorang pemuda yang cukup lama, namun mereka rupanya tidak cocok, tidak jodoh,lalu pisah secara baik-baikan. Sesuai perjalanan waktu, akhirnya Maria menemukan seorang pemuda temannya di NHKBP Kebayoran Selatan, nama lengkapnya Tonggo Parulian Butarbutar. Mereka sudah berpacaran hampir 5 tahun, tentu banyak hal-hal yang mereka alami, agar didapat penyesuaian kelak, terutama setelah
berumah tangga. Akhirnya mereka berdua sepakat, bahwa hubungan mereka ditingkatkan pada level orang tua, yang lebih populer dgn sebutan Patua Hata, lalu dilanjutkan dengan Marhusip. Ini semua terlaksana pada tanggal 1 Mei 2015, hari Jumat, dirumah kami, Komplex PLN Gandul-Cinere-Depok.Berikut adalah rekaman foto-foto selama berlangsung acara Patua Hata dan Parhusipon, oleh Keluarga Butarbutar dan Simarmata.






Sabtu, 28 Februari 2015

Mulai perencanaan Marhusip, Martumpol, Martonggo Raja, Mamasu dan Pesta Unjuk Sabam Simarmata.

Sabam Parningotan Simarmata, adalah anak adik,nah lho bagaimana aturannya ? Saya punya Uda, namanya Ompu Jonter Simarmata,anak laki kedua, sesudah bapakku, dari Ompu Berlin Simarmata. Nah Uda ini punya anak tujuh laki, yang paling tua namanya Flider Simarmata atau A.Jonter Simarmata. Nah dia punya anak tiga laki, Jonter,Duel dan Sabam. Jadi jelasnya Sabam, adalah cucu dari Udaku, dia panggil aku bapak tua, karena aku lebih tua dari bapaknya. Pada saat cucuku Theo dibaptis, tanggal 14 Oktober 2014 dia hadir di rumah bapaknya Theo.Dia bicara, soal rencana pernikahannya. Lalu saya bilang,datanglah kerumah bersama abangmu, karena saya tau, ibu dan bapaknya sudah dipanggil Tuhan. Minggu depannya, Sabam datang bersama abangnya namanya Duel Simarmata. Lalu kami bicara panjang lebar soal Marhusip, soal Mattumpol, soal Martonggo Raja, lalu Pamasu-masuon dan Pesta Adat, atau Pesta Unjuk. Banyak komunikasi yg saya lakukan dengan mereka berdua, dengan saudaranya yang ada di Jakarta. Pendek ceritra sebenarnya Sabam, hanya butuh Pengayom, karena  ibu-bapaknya sudah nggak ada,lalu amangudanya kandung semuanya diluar kota Jakarta. Abangnya yg paling tua, Jonter Simarmata, karena tinggalnya di Brebes,Jawa Tengah,dan ada halangan lain,maka yg bisa menemani Sabam,adalah Duel Simarmata, dan itonya yg nikah sama marga Sitinjak, dan yg nikah sama marga Aritonang, dibantu itonya borunya Amangudanya MT.Simarmata,yg nikah sama marga Manurung. Sesungguhnya saya katakan, saya hanya memberikan Pengarahan saja, saya buatkan konsep semua undangan, dan semua tata acara Pesta, merekalah yang bekerja. Saya memang hadir, mulai Parhusipon, Partumpolon,Tonggo Raja dan Pemberkatan serta Pesta Unjuk. Puji Tuhan semuanya berjalan baik, Semuanya bersyukur pada Tuhan,karena hanya PengasihanNya saja, sehingga acara dapat berjalan baik,undangan kedua belah pihak,banyak dan seimbang, paranak dan parboru. Mauliate Tuhan,atas berkatmu, Bogor 14 Pebruari 2015.




Berlin Simarmata (Ompu Theo Simarmata ).

Senin, 23 Februari 2015

Pesta Bona Taon Punguan Pomparan Simataraja Simarmata dohot Boruna se-Jabodetabek.

Tepatnya tanggal 1 Pebruari 2015, hari Minggu, Punguan Pomparan Simataraja Simarmata dohot Boruna se-Jakarta Raya dan sekitarnya ( Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, Bekasi dan Karawang ) mengadakan Pesta Bona Taon, sekali tiga Tahun, dengan mengambil Tempat di Gedung Mulia, Kompleks Mulia Raja, jalan Kebon Nanas. Acara dimulai dengan kebaktian,tepat pkl 09.00 wib, yang jadi Liturgis adalah Pdt Erwin Simarmata STh, sedang Pengkhotbah adalah Pdt Paminta Simarmata MTh. Sekali tiga tahun karena bersamaan dengan periodesasi ke-Pengurusan. Selesai Kebaktian, maka acara lanjut dengan Pengumuman oleh Formateur, yang terdiiri dari unsur Sitolu Tali, dan wakil-wakil dari Wilayah. Dibacakan nama-nama para Penasehat, lalu para Pengurus Daerah dan sekali gus Pengurus Wilayah. Setelah Pelantikan oleh Ketua Dewan Penasehat, lanjut dengan acara Manortor ma angka Pengurus dohot Penasehat. Sambil semua acara berjalan, para hadirin, anggota Punguan yang memenuhi Gedung Mulia, bersantap siang, masing-masing ditempat duduk,karena para petugas sudah membagikan Nasi Kotak. Diluar dugaan banyak juga yg tidak kebagian,karena jumlah yang hadir diluar perkiraan, namun dapat diatasi karena datangnya pesanan susulan. Ada satu masalah yang crusial, Pelantikan biasanya dilakukan bersama antara Ketua Dewan Penasehat se-Jakarta dan sekitarnya bersama Ketua Umum Pungsimarbona se- Dunia, namun untuk kali ini ada kesalah pahaman, semoga lain kali bisa berlangsung dengan baik. Dulu kalau Pesta Bona Taon Simarmata, cukup di Gedung Sejahtera, kini sudah harus di Gedung Mulia,karena makin banyak saja anngota Pinompar ni Ompui, bisa jadi satu saat kalau Pesta Bona Taon lagi, harus di Senayan,ha.........Semoga deh. Yang penting Rukun dan Damai. Amin.






Sabtu, 21 Februari 2015

Menghadiri Perayaan Natal Pungsimarbona se-Dunia di Pematang Raya Simalungun.

Dalam kepengurusan Pungsimarbona, Punguan Pomparan Simataraja Raja Simarmata,boru, bere dohot Ibebere se-Dunia, saya berfungsi sebagai Ketua Dewan Penasehat, yang bertugas memberi nasehat, saran, baik diminta ataupun tidak diminta oleh Dewan Pengurus Pusat, terutama Ketua Umumnya. Pungsimarbona Pusat dapat Undangan dari DPD Pungsimarbona Siantar - Simalungun, untuk menghadiri Pesta Perayaan Natal yang atas nama Pengurus Pusat mengadakan Perayaan Natal di Pematang Raya, ibu kota Kabupaten Simalungun, pada tanggal 28 Desember 2014. Kami dari Jakarta ada beberapa orang, berangkat menghadiri acara tsb, yaitu Ketum Drs Gempar Simarmata, Waketum Kol Nasib Simarmata, WaSekjend Ir. Razat Simarmata dan saya sendiri selaku Ketua Dewan Penasehat Pungsimarbona serta beberapa anggota Tim Kesenian Pungsimarbona. Kami berangkat tanggal tanggal 27 Desember 2014 dari Jakarta menuju Kualanamu, lalu dari Kualanamu menuju Pematang Siantar. Kami istirahat di Siantar,ngobrol di rumah ortunya Kol Nasib Simarmata, nginap di Hotel, besok pagi tanggal 28 Desember 2014, kami berangkat ke Pematang Raya, pkl 10.00 wib tepat, acara dimulai dari Kebaktian dan Hiburan, serta Penyerahan Pakaian Kehormatan Simalungun kepada Kol Nasib Simarmata atas jasanya, bantuannya sehingga Natal tsb bisa terlaksana dengan baik. Diluar dugaan Panitia, Kehadiran Anggota Pungsimarbona Siantar Simalungun yang membludak, hampir 1500 kursi terisi. Dengan segala jerih payahnya, Panitia telah berusaha maximal. Hampir semua hadirin bersuka cita, suka cita Natal, dalam Persaudaraan dalam Pungsimarbona, sesama Pomparan Ompu Simataraja Raja Simarmata. Kami besoknya,tanggal 29 Desember 2014, langsung balik ke Jakarta. Puji Tuhan, semua acara berlangsung dengan baik ! Amin.











Kamis, 18 September 2014

Mengunjungi Perkampungan Ompu Simataraja Simarmata.

Sudah lama ada keinginan untuk melihat dari dekat Perkampungan, Parhutaan Ompu Simataraja Simarmata di Desa Sihusapi, di area Aek Sigornang. Aek Sigornang konon adalah Mual, atau Aek dari Putri Ompu Simataraja. Sewaktu saya tinggal di Simarmata, Samosir, sampai SMP kelas 3 di Pangururan, tidak pernah teringat mau mengunjungi daerah ini, memang rasanya pernah juga satu kali melihat perkampungan di atas, atau lebih sering disebut Dolok ni Simarmata atau sekarang ini disebut desa Sihusapi, tapi hampir tidak ada kesan apa-apa,karena usia mungkin masih belia, namun saat lulus SMP, malah kami yg satu kelas pergi mendaki Puncak Gunung Pusuk Buhit, yang medannya jauh lebih sulit, dari pada Desa Sihusapi.
Pada tanggal 28 Agustus 2014, tepat pada HUT ku yg ke-67, saya bersama anakku Parulian Simarmata, kami bedua berangkat menuju Desa Sihusapi, naik dari jalan raya Samosir, secara perlahan mobil yang kami kendarai, melalui perkampungan satu persatu,yang jaraknya satu sama lain, cukup jauh. Jalan itu relatif baik, karena sudah ada batu-batu kecil, sehingga jalan tidak lagi licin dan becek kalau hujan turun. Sepanjang jalan kulihat ada jaringan listrik 20 kv, satu karya monumental, saat saya menjadi Deputy Pemimpin PLN Wilayah Sumatra Utara, hal ini kurencanakan dan perjuangkan pembangunannya. Kemudian kami memasuki area perkampungan Ompu Simataraja, kami bangga bisa sampai, namun tiba-tiba ada kendala. Ada anak-anak SMP yg kami temui di jalanan, kami tanya, sebaiknya lewat jalan mana, kalau mau menuju Jabu Parsaktian ni Ompu Simataraja itu, lalu kami dimintanya kami ngikuti jalan yg baru dibangun, namun apa daya, jalan itu longsor, mungkin karena hujan lebat,kalau kami teruskan, maka mobil kami bisa masuk jurang. Celakanya,kalau kami mundur sudah amat sulit, karena jalan sudah mulai licin,dan gejala hujan akan turun pula. Dalam kondisi yg demikian itu, Saya berdoa kepada Tuhanku yang selalu menolongku, tak lama setelah itu kami kedatangan empat orang warga desa,yg mendengar mobil kami meraung-raung, karena kesulitan mundur, mereka membantu kami, memberi saran ini dan itu,maka kamipun bisa keluar dari jalan yg longsor itu. Puji Tuhan, terbayang kalau kami nggak lolos, bisa bermalam dilembah itu, Tuhan Maha Besar. Akhirnya kami hanya dapat melihat Jabu Parsaktian Ompu Simataraja dari jarak 300 meter, kamipun segera kembali ke jalan raya, karena hujan sudah mulai turun. Terima kasih Tuhan, kalau Tuhan berkenaan lain waktu masih ada kesempatan untuk melihat Perkampungan Ompu Simataraja itu lagi. Amin.




Rabu, 17 September 2014

Berdarmawisata ke Lombok dan Bali.

Beberapa keluarga Parhalado HKBP Kebayoran Selatan, punya rencana berdarmawisata ke Lombok dan Bali. Keluarga Parhalado itu adalah Keluarga Pdt MSM Panjaitan,Keluarga Pdt Todo Tua Sirait, Keluarga St.Ny.M.Simarmata boru Sinaga, Keluarga St.Ny.dr Roos Panjaitan boru Napitupulu, Keluarga St .E.Simanjuntak boru Mangunsong dan Keluarga St.Ny.Simbolon boru Manurung. Kami berangkat dari Jakarta,tepatnya Bandara Soetta tanggal 15 Agustus 2014, dengan pesawat Lyion, langsung ke Lombok. Kami sampai di Bandara Internasional Mataram, sekitar pkl 12.00 siang, waktu setempat. Sebelumnya Saya telah menghubungi teman-teman, atau tepatnya para mantan anak buah semasa Saya aktif di PLN, yang punya jabatan di PLN Wilayah NTB, Nusa Tenggara Barat,yaitu saudara Purwanto Panambang dan Mangatas Tambunan. Atas bantuan dia dan GM PLN NTB, kami dibantu kendaraan kijang dua yang dapat kami pergunakan selama tiga hari, terhitung mulai hari Jumat, Sabtu dan Minggu yang dilengkapi dengan pengemudi. Selama di Mataram kami nginap di Hotel, dan selama tiga hari itu kami dapat mengunjungi beberapa tempat parawisata yang sangat indah, pantaslah orang-orang Bule banyak yang datang berkunjung ke Mataram ini. Hari Minggu kami berangkat dari Bandara Internasional Mataram ke Bali, tepatnya Denpasar. Di Denpasar kami juga dapat bantuan akomodasi dari PLN Proyek Bali,yang atas insiatif dari sepupuku Ir.Tumpal Simarmata, selaku GM Proyek Induk Jateng,Jatim dan Bali.Juga kami menerima ajakan makan malam dari Ir Jeffri Sirait dan Mangatas Tambunan makan siang.Kami di Denpasar mulai hari Minggu sampai dengan Selasa, nginap di Mess PLN dan mengunjungi banyak tempat parawisata di Bali. Selasa sore kami kembali ke Jakarta dengan baik, tak kurang sesuatu apapun. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu parawisata kami ini, dan tentu saja Terima Kasih Kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga perjalanan kami dapat lancar semuanya. Amin.