Senin, 23 Juni 2014

Reuni Mahasiswa Elektroteknik -ITB angkatan 1965.

Tahun depan kami yang menjadi mahasiswa ITB, jurusan Elektroteknik, tepatlah 50 tahun berkenalan satu sama lain. Mulai menjadi mahasiswa tepatnya bulan Agustus 1965, mendaftar dlsb, lalu Mapram, Masa Pra Mahasiswa dibulan September 1965, sebelum Mapramnya selesai, meletuslah Gerakan  30 September 1965. Kami mahasiswa angkatan 1965, jurusan Elektroteknik berjumlah kira-kira 75 orang, namun dalam perjalanan hidup sudah ada dua belas orang yang duluan menghadap Tuhannya, satu hal yang sama sekali tidak ada yang tau, kapan datang panggilan itu. Mengingat sistim perkuliahan yang kredit sistem, maka adalah hal yang biasa, angkatan 63,64, 65,67 dan 68, sama-sama kuliahnya, walau mungkin hanya dalam beberapa mata kuliah saja. Maka agar cukup rame, diambillah kebijakan, angkatan tersebut diatas dengan domain utamanya angkatan 1965, bersama-sama reunian. Rencana semula hanya kumpul-kumpul di Jakarta, lalu berkembang menjadi mengunjungi Kampus ITB,yang rata-rata sudah meninggalkan kampus itu selama 40-an tahun. Ditentukanlah tanggal ke Bandungnya 16 Juni 2014, mempergunakan BUS Blue Bird, dan berangkat dari Hotel Sultan, yang kebetulan teman kami putri alm pak Ibnu Sutowo,lengkapnya Let Jen (Purn) dokter Ibnu Sutowo, mantan Dirut Pertamanina yang legendaris adalah Pemilik Hotel itu. Secara garis besar, saya akan sebutkan nama teman-teman yang banyak memberi perhatian dalam kepanitiaan ini, mulai inisiator, bantuin fasilitas, dan akomodasi yaitu : Endang Utari Ibnu Sutowo, Rosihan Subiiakto sbg Ketua angkatan yang diangkat aklamasi persms, Indra Jaya Dalel, Kresna Abednego, Mardi Utomo, Onang Martoyo, Abdul Aziz Arifin dll,yang mungkin saya lupa namanya. Kesan-kesan dalam reunian sehari ini,akan direkam dalam satu buku,oleh Prof Dr Ir Syarif Hidayat,Guru Besar Universitas Al Azhar Jkt, bersama Prof Dr Ir Lanny P,yang saat ini menjadi Rektor UNIKA Atmajaya dan Prof Dr Ir Mismail Budiono, Guru Besar UNIBRA. Terima kasih kepada kawan-kawan semuanya, usia kami saat reunian ini diatas 66 tahun. GBU.

Minggu, 01 Juni 2014

Kehidupan Kerohanian Setelah Berumah Tangga.

Setelah selesai acara Pernikahan kami, baik pemberkatan di Gereja maupun acara Adat,aku dan istri langsung berangkat ke Jakarta, nginap satu malam di Mess PLN Sam Ratulangi, Menteng Jakarta. Lalu besoknya terbang ke Surabaya, nginap di Mess PLN Embong Trengguli, lalu kami ke Madiun. Kami masih tinggal di Madiun beberapa bulan, selama di Madiun, kami ikut Kebaktian di GKJW, yang berbahasa Indonesia, tapi kadang di GPIB, yang ada di Madiun. Setelah kami balik lagi bertugas di Surabaya, maka kamipun menjadi anggota resmi HKBP Kedondong. Beberapa tahun kemudian, saya mengalami mutasi, pindah ke Madiun, maka di Madiun, balik lagi ikut kebaktian di GKJW, Gereja Kristen Jawa Wetan atau kadang di GPIB. Selama dua tahun di Madiun, begitu kami silih berganti, lalu pindah lagi ke Surabaya, maka kamipun masuk lagi HKBP Kedondong. Selama periode ini ada pembangunan Gereja HKBP Perak, karena bersebelahan dengan GI yang menjadi daerah saya selaku Kepala PLN Sektor Kalikonto, saya beri rekomendasi agar pembangunannya berjalan lancar. Lalu beberapa tahun kemudian, kami pindah ke Medan,maka kamipun menjadi anggota HKBP Jalan Sudirman. Dua tahun di Medan, kami aktif sebagai anggota saja, dan setelah itu kami pindah lagi ke PLN Pusat Jakarta, maka kamipun menjadi anggota HKBP Kebayoran Selatan, karena kami tinggal di komplex PLN Gandul-Cinere, pada saat itu belum ada HKBP Cinere. Selama bertugas di PLN Pusat, kalau ada kunjungan ke daerah-daerah, maka saya usahakan selalu ikut kebaktian di HKBP Setempat, siapa tau ada saudara yang bisa ketemuan. Puji Tuhan atas segala berkatnya. Amin.